Beranda
/
Artikel
/
Keuangan
Keuangan
Memahami Fungsi SPPT dan Cara Mendapatkannya yang Perlu Diketahui

SPPT atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang merupakan sebuah surat atau dokumen yang memiliki peranan penting dalam PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan.

Surat ini digunakan oleh Badan Pendapatan Daerah untuk menginformasikan seberapa besar PBB terutang terhadap Wajib Pajak.

SPPT juga dianggap sebagai salah satu bukti penanda kepemilikan tanah maupun bangunan selain IMB dan sertifikat.

Untuk membantu para pembaca lebih memahami topik apa yang dimaksud dengan SPPT dan peranan pentingnya dalam PBB artikel ini akan membahas hal-hal penting yang harus diketahui. Simak informasinya!

Pengertian SPPT

Pengertian SPPT

pexels

Surat Pemberitahuan Pajak Terutang merupakan sebuah Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak atau KPP berkaitan dengan pajak terutang dalam satu Tahun Pajak.

Fungsi serta pengertian dokumen ini juga diatur di dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, yaitu sebagai dokumen yang menunjukkan besarnya hutang atas Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dilunasi Wajib Pajak pada waktu yang telah ditentukan.

Umumnya, dokumen ini akan didapatkan seseorang bersamaan dengan IMB atau Izin Memberikan Bangunan dan sertifikat. Namun, perlu diingat juga bahwa SPPT tidak termasuk atau dikategorikan sebagai bukti kepemilikan objek pajak.

SPPT digunakan sebagai penentu atas objek pajak serta patokan jumlah pajak yang harus dibayarkan dan dibebankan pada objek pajak ke pemilik.

Oleh sebab itu, sering kali ada perbedaan antara nama yang tercantum pada sertifikat dengan nama yang ada pada SPPT. Hal ini dapat terjadi jika pemilik awal tidak melakukan balik nama sertifikat atas tanah maupun bangunan tersebut.

Perbedaan SPT dengan SPPT

Perbedaan SPT dengan SPPT

pexels

SPT atau Surat Pemberitahuan berbeda dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang walaupun memiliki nama yang mirip. Namun, apa saja perbedaan utama dari SPT dan SPPT? Simak selengkapnya di sini!

1. Fungsi

  • SPT atau Surat Pemberitahuan digunakan untuk melaporkan pajak oleh wajib pajak.
  • SPPT atau Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang digunakan sebagai dasar penagihan PBB.

2. Jenis Pajak

  • Surat Pemberitahuan memiliki beberapa jenis seperti PPh atau Pajak Penghasilan, PPN atau Pajak Pertambahan Nilai, dan sebagainya.
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang memiliki jenis pajak PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan.

3. Siapa yang Mengeluarkan

  • Surat Pemberitahuan dikeluarkan oleh DJP atau Direktorat Jenderal Pajak.
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang dikeluarkan oleh Pemerintah daerah setempat.

4. Siapa yang Melaporkan

  • Surat Pemberitahuan dilaporkan oleh Wajib pajak (perorangan atau badan).
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang dilaporkan oleh Pemerintah daerah yang menerbitkan kepada wajib pajak.

5. Kapan Dilaporkan

  • Surat Pemberitahuan dilaporkan secara Tahunan untuk PPH maupun bulanan untuk PPh 21 dan PPN
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang dilaporkan setiap awal tahun pajak.

Fungsi Penting SPPT

Dokumen SPPT juga memiliki fungsi penting, yaitu:

  • SPPT walaupun tidak dapat dijadikan sebagai bukti hak serta kepemilikan suatu tanah maupun bangunan namun tetap memiliki fungsi penting bagi Wajib Pajak ketika melakukan proses pengumpulan dokumen lengkap demi menjaga maupun melindungi aset berharga.
  • Salah satu elemen yang digunakan untuk menghindari sebuah tanah maupun bangunan yang ada direbut hak miliknya atau terjadinya penipuan.
  • Surat yang menunjukkan besaran beban pajak yang harus dibayarkan kepada negara oleh pemilik terhadap objek pajak.

Aturan Terkait SPPT

Aturan Terkait SPPT

pexels

Surat Pemberitahuan Pajak Terutang juga tercatat di dalam beberapa aturan, seperti:

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022

Undang-undang ini mengatur tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan tujuan menciptakan pengelolaan keuangan atau finansial yang lebih adil, seimbang, dan akun tabel di antara kedua tingkatan pemerintahan.

Melalui regulasi ini, pemerintah daerah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam memungut pajak dan retribusi, termasuk dengan melakukan restrukturisasi jenis pajak, menambah sumber pendapatan pajak daerah yang baru, serta menyederhanakan jenis retribusi yang ada.

UU No. 1 Tahun 2022 memberikan dampak terhadap Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) karena mengubah cara pemerintah daerah dalam mengelola Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Undang-undang ini memberi keleluasaan lebih bagi pemerintah daerah dalam menetapkan tarif, memberikan insentif, dan mendorong transparansi yang lebih tinggi dalam sistem hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.

2. Peraturan Dirjen Pajak Nomor 34/PJ/2008

Peraturan ini menetapkan ketentuan mengenai bentuk dan isi dari formulir Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang digunakan untuk keperluan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

SPPT merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai sarana untuk memberitahukan kepada Wajib Pajak mengenai besarnya pajak yang harus dibayarkan atas kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan/atau bangunan.

Dalam formulir SPPT, terdapat sejumlah informasi penting yang berkaitan dengan objek pajak dan data Wajib Pajak.

Beberapa komponen utama yang tercantum dalam formulir ini antara lain adalah Nomor Objek Pajak (NOP), yang berfungsi sebagai identitas unik atas objek pajak tertentu, lokasi atau letak objek pajak, nama lengkap dan alamat Wajib Pajak, serta data teknis seperti luas tanah (bumi) dan luas bangunan, termasuk klasifikasinya.

Selain itu, formulir SPPT juga mencantumkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yaitu nilai pasar atas tanah dan bangunan yang menjadi dasar perhitungan besarnya PBB. Berdasarkan NJOP tersebut, dihitunglah besaran Pajak Bumi dan Bangunan yang terutang dalam satu tahun pajak tertentu.

Peraturan mengenai bentuk dan isi SPPT ini mulai diberlakukan secara resmi sejak tanggal 1 Januari 2009. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan terdapat keseragaman dan kejelasan dalam penyampaian informasi pajak kepada masyarakat, serta mendorong akurasi dalam perhitungan dan pelaporan kewajiban perpajakan.

Standarisasi ini juga mempermudah proses administrasi perpajakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta memberikan transparansi yang lebih baik kepada Wajib Pajak dalam mengetahui dasar dan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 129 Tahun 2023

Peraturan ini mengatur tentang pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Wajib Pajak. Di dalamnya dijelaskan cara mengajukan permohonan pengurangan, proses pemberian pengurangan secara langsung oleh pejabat berwenang, serta tata cara pengiriman surat dan dokumen yang dibutuhkan. Peraturan ini mulai berlaku pada 30 November 2023 dan menggantikan aturan sebelumnya, yaitu PMK No. 82/PMK.03/2017.

Dengan diberlakukannya PMK No. 129 Tahun 2023, Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu bisa mengajukan permohonan pengurangan atas jumlah PBB yang tertera di SPPT. Jika disetujui, nilai PBB yang harus dibayar akan dikurangi sesuai ketentuan dalam peraturan ini.

Cara Mendapatkan SPPT

Bagi para pembaca yang sebelumnya sudah pernah mendaftarkan objek pajak sebelumnya, maka berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan SPPT.

  • Mengambilnya secara langsung di kantor keluaran maupun di KPP Pratama setempat, tempat objek pajak terdaftar maupun berdasarkan yang telah ditentukan.
  • SPPT nantinya akan dikirim melalui kantor pos maupun secara langsung diantarkan kepada aparat kelurahan maupun desa. Wajib Pajak juga dapat melacak dan mengakses keberadaan SPPT melalui fasilitas Kring Pajak (500200).
  • Melacak melalui website resmi pemerintah daerah tempat objek pajak terdaftar. Seperti contohnya, jika kamu tinggal di Jakarta maka dapat mengunjungi website BAPENDA DKI Jakarta. Masukkan nomor dan tahun PBB untuk mengecek status pelunasan PBB.

Namun, bagi para pembaca yang sebelumnya belum pernah mendaftarkan objek pajak yang dimiliki, berikut langkah-langkah yang dapat kamu lakukan.

  • Daftarkan objek PBB di KPP serta Kantor Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan atau KP2KP setempat.
  • Mengisi formulir SPOP atau Surat Pemberitahuan Objek Pajak.
  • Menunggu SPPT yang telah dibuat dikirimkan melalui pihak kelurahan maupun RT setempat.

Cara Mendapatkan SPPT melalui Situs Resmi

Untuk mengetahui eSPPT PBB juga dapat dilakukan dengan mudah melalui situs resmi dengan mengikuti beberapa langkah berikut.

1. Mengunjungi Situs dan Registrasi

Langkah pertama, Wajib Pajak mengunjungi situs eSPPT melalui https://pajakonline.jakarta.go.id/esppt kemudian melakukan registrasi dengan mengetuk tombol Daftar e-SPPT PBB.

2. Melengkapi Data Wajib Pajak

Kemudian, lengkapi data-data pribadi yang diperlukan seperti Nama, NIK, NPWP, Nomor HP, Alamat Email, serta melakukan verifikasi seperti NOP PBB-P2 dan Nama Wajib Pajak seperti yang tertera di dalam SPPT.

3. Aktivasi Surel

Selanjutnya, sistem akan melakukan pengecekan data verifikasi. Jika proses verifikasi yang dilakukan telah berhasil, maka sistem secara otomatis akan mengirimkan tautan pengunduhan eSPPT ke alamat email yang dimasukkan ketika mengisi data pribadi.

4. Memperoleh Dokumen dan Menuntaskan Pembayaran

Wajib Pajak dapat membuka surel yang didapatkan untuk mengakses dokumen SPPT PBB kemudian melakukan proses pembayaran melalui QRIS maupun channel pembayaran lainnya yang tertera.

Bentuk dan Isi SPPT

Agar dapat lebih memahami Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, kamu juga mengetahui apa saja yang ada di dalamnya, berikut hal yang umumnya tertera pada kertas SPPT:

  1. Nama dan alamat Wajib Pajak.
  2. Letak objek pajak.
  3. Keterangan jelas terkait objek pajak tersebut baik luas, kelas, NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak per m2, total NJOP, NJOP Tidak Kena Pajak, PBB yang terutang dan jumlah Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dibayar.
  4. Pada dokumen SPPT PBB juga tertulis keterangan bahwa surat tersebut bukan merupakan bukti kepemilikan hak atas suatu aset.

Hak dan Kewajiban Wajib Pajak untuk SPPT

1. Hak Wajib Pajak

Wajib Pajak memiliki hak untuk menerima kertas SPPT PBB setiap tahunnya dan mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran atau STTS PBB dari pihak bank maupun kantor pos tempat pembayaran PBB yang tertera pada SPPT.

Apa saja hak lainnya yang dimiliki Wajib Pajak? Simak selengkapnya!

  • Menerima SPPT PBB untuk setiap tahun pajak.
  • Mendapatkan penjelasan terkait ketetapan PBB dalam hal Wajib Pajak meminta.
  • Mengajukan keberatan maupun pengurangan.
  • Mendapatkan STTS atau Surat Tanda Terima Setoran PBB dari Bank atau Kantor Pos dan Giro Tempat Pembayaran PBB yang tercantum pada SPPT.
  • Mendapatkan resi atau setruk ATM atau bukti pembayaran PBB lainnya sebagai bukti pelunasan pembayaran PBB yang sah.
  • Mendapatkan TTS atau Tanda Terima Sementara dari petugas pemungut PBB Kelurahan atau Desa yang ditunjuk resmi dalam hal pembayaran PBB dilakukan melalui petugas pemungut PBB.

2. Kewajiban Wajib Pajak

Wajib Pajak memiliki kewajiban untuk menandatangani bukti tanda terima SPPT dan mengirimkannya kembali ke lurah, kepala desa maupun dinas pendapatan daerah yang kemudian akan diteruskan ke KPP Pratama yang akan menerbitkan SPPT.

Lalu apa saja kewajiban lainnya yang harus dijalankan Wajib Pajak? Simak selengkapnya!

  • Mengisi SPOP atau Surat Pemberitahuan Objek Pajak dengan jelas, benar dan lengkap, dan menyampaikan ke KPP Pratama/KP2KP setempat, paling lambar 30 hari sejak tanggal diterimanya SPOP oleh subjek pajak.
  • Menandatangani bukti tanda terima SPPT dan mengirimkannya kembali ke Lurah atau Kepala Desa atau Dinas Pendapatan Daerah atau KP2KP untuk diteruskan ke KPP Pratama yang menerbitkan SPPT.
  • Melunasi PBB pada Tempat Pembayaran PBB yang telah ditentukan.

Tata Cara Membatalkan Pengajuan SPPT

Bagi para pembaca yang ingin mengajukan pembatalan SPPT, terdapat hal-hal yang harus disiapkan dan cara yang harus dilakukan, sebagai berikut.

1. Persyaratan Pembatalan SPPT

Terdapat beberapa persyaratan yang harus disertakan dan dipenuhi untuk mengajukan pembatalan SPPT, sebagai berikut.

  • Mengisi Surat Permohonan Mutasi subjek atau objek.
  • Fotokopi akta jual-beli atau hibah atau ahli waris.
  • Fotokopi Sertifikat Tanah atau Bangunan dan IMB jika ada.
  • Fotokopi Kartu Keluarga dan KTP pihak pemohon.
  • Mempersiapkan SPPT asli tahun berjalan.
  • Fotokopi STTS atau Bukti Lunas PBB lima tahun sebelumnya.
  • Mengisi SPOP untuk perubahan data tanah dan LSPOP untuk perubahan data bangunan.
  • Melampirkan foto objek pajak untuk mengetahui kondisi asli objek pajak.
  • Mempersiapkan Surat Keterangan Riwayat Tanah dari desa atau kelurahan.
  • Menunjukkan Surat Kehilangan dari Kepolisian dan Keterangan Kepemilikan dari BPN (jika hilang maupun hal-hal yang tidak diinginkan).

2. Proses Pengajuan Pembatalan SPPT

  • Wajib Pajak melakukan pengajuan secara tertulis dan menyertakan surat pengantar dari lurah maupun kepala desa.
  • Melakukan pengajuan permohonan untuk pembatalan SPPT secara perorangan dengan menggunakan formulir 3a. Namun, jika pengajuan permohonan pembatalan SPPT dilakukan secara kolektif maka harus melampirkan dan menggunakan formulir 3b dan 3c.
  • Mengajukan melalui lurah atau Badan Pelayanan Pajak setempat.

Nah, itulah pembahasan seputar SPPT atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak guna menjaga aset yang dimiliki dan memiliki peranan penting dalam PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan.

Pembahasan di atas meliputi pengertian, fungsi, aturan, bentuk dan isi dokumen, hingga cara mendapatkannya baik secara offline maupun online yang saat ini sudah dapat dilakukan dengan mudah.

Memiliki SPPT juga dapat dijadikan sebagai perlindungan dan salah satu bukti penanda atas kepemilikan suatu tanah maupun bangunan selain IMB dan sertifikat agar bisnis atau usaha apa pun yang dijalankan tidak terganggu.

Bukan hanya bangunan yang harus dijaga, kamu juga harus dapat menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan diri untuk dapat menjalankan bisnis yang sukses. Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk menjawab pertanyaanmu dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Beberapa Keunggulan Perlindungan Kesehatan Prima, meliputi:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

5 mins read23/09/2025
Memahami Inflasi dan Deflasi, Dampak, hingga Perbedaannya bagi Negara!

Inflasi dan deflasi bukanlah istilah yang asing bagi banyak orang, terutama ketika membicarakan topik seputar pertumbuhan perekonomian dan kehidupan masyarakat saat ini.

Kedua istilah ini sendiri memiliki sifat yang berlawanan antara satu sama lain namun sama-sama memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat dan arah kebijakan pemerintah.

Inilah mengapa topik seputar inflasi dan deflasi selalu menjadi bahasan menarik, apalagi dalam konteks situasi ekonomi terkini. Terlebih lagi, pada tahun 2025 ini, Indonesia mencatatkan sebuah peristiwa penting dalam sejarah ekonominya.

Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir, Indonesia mengalami deflasi. Kondisi ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah ini pertanda baik karena harga-harga menjadi lebih murah? Ataukah justru menjadi sinyal melemahnya daya beli dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi nasional?

Melalui artikel ini, pembaca akan diajak untuk lebih mengenal apa itu inflasi dan deflasi serta membahas secara mendalam mengenai topik tersebut, mulai dari pengertian, jenis, hingga dampaknya bagi ekonomi. Simak selengkapnya!

Memahami Inflasi dan Deflasi, Dampak, hingga Perbedaannya bagi Negara!

memahami inflasi dan deflasi

pexels

Inflasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses peningkatan harga barang yang sifatnya umum, terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, serta mengakibatkan pada turunnya nilai mata uang suatu negara.

Menurut Ari Riswanto dkk melalui bukunya berjudul Buku Ajar Pengantar Ekonomi tahun 2024, terdapat tiga komponen utama pada inflasi, yaitu kenaikan harga, bersifat umum, serta berlangsung terus menerus.

Inflasi sendiri dapat terjadi karena berbagai faktor penyebab, seperti konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar, hingga adanya ketidaklancaran distribusi sebuah barang.

Berbeda dengan inflasi, deflasi merupakan sebuah kondisi di mana harga barang secara umum mengalami penurunan, berlangsung dalam waktu lama, dan menyebabkan nilai uang sebuah negara meningkat.

Deflasi dapat terjadi karena adanya penurunan atau kurangnya permintaan atas barang dan jasa, jumlah uang yang beredar berkurang, peningkatan produktivitas, dan adanya kebijakan moneter yang ketat.

Melalui bukunya Ekonomi Moneter yang dirilis pada tahun 2024, Helin G Yudawisatra dkk mengutarakan bahwa deflasi yang terkendali memberikan dampak positif. Seperti penurunan harga barang yang dapat menguntungkan bagi pihak konsumen dan bisnis.

Selain itu, KBBI mendefinisikan deflasi sebagai penambahan nilai mata uang, adanya pengurangan jumlah uang kertas yang beredar untuk mengembalikan daya beli yang nilainya turun.

Contoh kasus nyata di Indonesia sendiri dapat dilihat ketika memasuki bulan puasa, di mana banyak masyarakat yang membatasi pengeluaran selama bulan Ramadhan untuk menyesuaikan dengan pola konsumsinya.

Di saat adanya inflasi tinggi, adanya periode deflasi juga dapat membantu memulihkan stabilitas harga dan kepercayaan konsumen. Namun, hal ini hanya berlaku jika dilakukan secara terkendali dan diawasi secara ketat.

Untuk lebih jelasnya, menurut N. Gregory Mankiw inflasi merupakan kenaikan tingkat harga secara umum dan terjadi terus menerus, sedangkan deflasi didefinisikan sebagai penurunan tingkat harga secara umum di perekonomian.

Contoh inflasi adalah adanya kenaikan harga BBM yang dapat mengakibatkan biaya produksi ikut naik dan memberikan dampak pada sektor-sektor lain sehingga barang dan jasa juga mengalami kenaikan harga.

Jenis Inflasi

jenis inflasi

pexels

Setelah mengetahui definisinya, sekarang kita akan membahas mengenai jenis inflasi dan deflasi. Berdasarkan tingkat keparahan, asal kemunculan, serta cakupan pengaruh kenaikan harga jenis inflasi dapat dibagi 3, yaitu:

1. Berdasarkan Tingkat Keparahan

  • Inflasi ringan, di mana kenaikan harga barang dan jasa terjadi di bawah 10% per tahun.
  • Inflasi sedang, kenaikan harga barang dan jasa terjadi di antara 10 hingga 30% per tahun.
  • Inflasi berat, kenaikan harga barang dan jasa terjadi di antara 30 hingga 100% per tahun.
  • Hiperinflasi, kenaikan harga barang dan jasa mencapai hingga lebih dari 100% per tahun.

2. Berdasarkan Asal Mulanya Inflasi

  • Berasal dari dalam negeri, seperti defisit anggaran dan bencana.
  • Berasal dari luar negeri, seperti kenaikan harga minyak dunia hingga biaya produksi dan impor yang meningkat.

3. Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga

  • Inflasi tertutup, adanya kenaikan harga pada beberapa barang tertentu.
  • Inflasi terbuka, adanya kenaikan harga pada barang secara keseluruhan.
  • Inflasi tak terkendali, adanya kenaikan harga secara terus menerus dan merupakan inflasi yang sangat hebat.

Jenis Deflasi

jenis deflasi

pexels

Deflasi berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua, yang terdiri dari deflasi strategis dan deflasi sirkulasi. Simak selengkapnya!

1. Deflasi Strategis

Jenis deflasi ini dapat terjadi karena adanya kesalahan atau kegagalan pihak pemerintah maupun Bank Sentral dalam pembuatan dan penerapan kebijakan untuk mengatasi angka konsumsi masyarakat.

Kebijakan tersebut dapat berupa mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai jenis kredit dari bank dengan suku bunga yang tinggi dan mengakibatkan sirkulasi uang serta harga menurun secara signifikan.

2. Deflasi Sirkulasi

Selanjutnya, deflasi sirkulasi yang dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan produksi dengan konsumsi di pasar.

Hal ini dapat mengakibatkan adanya penumpukan stok yang mengakibatkan penurunan harga secara umum.

Jenis deflasi ini terjadi biasanya saat ekonomi mengalami transisi dari pertumbuhan ke penurunan maupun adanya kelebihan produksi pada sebuah sektor.

Contoh dari deflasi ini adalah adanya kelebihan produksi minyak mentah di tahun 2008 yang menyebabkan harga minyak secara keseluruhan menurun drastis dan banyak negara yang mengalami deflasi.

Dampak Inflasi

Seperti yang sudah kita ketahui, dampak inflasi secara umum dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas perekonomian sebuah negara. Namun, dampak apa saja yang inflasi dapat ditimbulkan jika dilihat lebih detail?

1. Daya Beli Masyarakat Menurun

Pertama, inflasi dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa yang menyebabkan nilai uang yang sama dapat membeli barang dalam jumlah yang lebih sedikit dan menyebabkan penurunan pada daya beli masyarakat. Karena umumnya pada masa inflasi, masyarakat akan menerapkan frugal living untuk menjaga kondisi keuangan mereka.

2. Kemiskinan Meningkat

Selanjutnya, inflasi yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya peningkatan pada kemiskinan. Hal ini dapat disebabkan karena adanya penurunan pada pendapatan riil masyarakat.

Dengan begitu, standar hidup masyarakat juga akan menurun dan menciptakan kemiskinan.

3. Stabilitas Ekonomi Terganggu

Inflasi juga dapat menyebabkan terganggunya stabilitas ekonomi yang dapat terjadi karena adanya ketidakpastian pelaku ekonomi dalam mengambil sebuah keputusan konsumsi, produksi, hingga investasi.

Dampak Deflasi

Terjadinya deflasi sebuah negara juga dapat memberikan beberapa dampak, seperti:

1. Permintaan Masyarakat Menurun

Pertama, adanya deflasi dapat membuat permintaan masyarakat menurun yang mengakibatkan konsumsi rumah tangga yang memegang peran kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi juga menurun.

2. Tingkat Investasi Menurun

Adanya ketidakpastian ekonomi akibat adanya deflasi juga dapat mengurangi minat para investor untuk berinvestasi.

Hal ini dikarenakan pada situasi ini, pengusaha maupun investor akan memperkirakan harga yang ada akan terus menurun yang dapat menyebabkan keuntungan dari investasi baru juga lebih rendah.

3. Jumlah Pengangguran Meningkat

Adanya deflasi juga dapat meningkatkan jumlah pengangguran karena pada umumnya banyak perusahaan mengurangi produksi dan menunda investasi. Hal tersebut menyebabkan adanya penurunan upah dan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

4. Risiko Resesi Ekonomi Meningkat

Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana adanya penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam kurun waktu tertentu. Adanya deflasi yang berkepanjangan dapat menyebabkan hal tersebut jika tidak diatasi segera.

Deflasi Indonesia di Tahun 2025

Di akhir tahun 2024, Indonesia tercatat mengalami inflasi dengan angka 1,7 persen yang termasuk masih terkendali karena angkanya yang rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

Memasuki tahun 2025, Indonesia malah mengalami deflasi 0,09 persen (yoy) dan 0,48 (mtm) pada Februari 2025 dan menjadi fenomena pertama dalam 25 tahun terakhir.

Fenomena ini memunculkan banyak pandangan berbeda terkait kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat di Indonesia.

Beberapa ekonom menilai bahwa turunnya harga-harga saat ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat. Penurunan tersebut dianggap sebagai tanda menurunnya permintaan konsumen, yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, penurunan harga pada sektor bahan makanan, listrik, dan perumahan menunjukkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Jika kondisi ini terus berlanjut, ada kekhawatiran akan terjadi perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Namun, deflasi yang terjadi di Indonesia saat ini sejatinya bukan disebabkan oleh penurunan daya beli, melainkan merupakan hasil dari kebijakan pemerintah.

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menjaga kestabilan daya beli masyarakat, khususnya menjelang perayaan Ramadan dan Idul Fitri.

Faktor Penyebab Deflasi Indonesia 2025

Adanya deflasi yang terjadi di Indonesia terjadi karena adanya dorongan penurunan harga di berbagai sektor, seperti:

1. Komponen Harga Diatur Pemerintah

  • Mengalami deflasi 2,65%, dengan andil deflasi sebesar 0,48%
  • Kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diberikan pada bulan Januari dan Februari 2025.
  • Anggaran yang dikeluarkan oleh ABPN untuk menjalankan kebijakan ini adalah Rp 13.615,8 miliar. Diskon diberikan ke rumah tangga yang memiliki daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, serta 2.200 VA.
  • Pada bulan Januari terdapat 71,1 juta pelanggan dan bulan Februari terdapat 64,8 juta pelanggan yang menerima manfaat dari kebijakan tersebut.

2. Komponen Harga Bergejolak

  • Mengalami deflasi 0,93% dengan andil deflasi sebesar 0,16%
  • Deflasi ini mengacu pada penurunan harga barang dan jasa secara umum sebesar 0,93% yang memberikan kontribusi sebesar 0,16% terhadap total deflasi yang ada.
  • Komoditas yang berkontribusi meliputi daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan telur ayam ras.

3. Kelompok Pengeluaran Penyumbang Deflasi Terbesar

  • Kelompok perumahan, air, listrik, serta bahan bakar rumah tangga juga mengalami deflasi di angka 3,59% dengan andil deflasi sebesar 0,52%.
  • Di mana, adanya diskon tarif listrik menyumbang andil deflasi angka sebesar 0,67%.

Perbedaan Inflasi dan Deflasi

Inflasi dan deflasi merupakan dua fenomena ekonomi yang sangat berbeda, baik dari segi pengertian, penyebab, maupun dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Kedua kondisi ini sama-sama berkaitan dengan perubahan harga barang dan jasa dalam suatu periode tertentu, namun memiliki arah pergerakan yang berlawanan.

Deflasi adalah kondisi di mana terjadi penurunan harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam situasi deflasi, harga barang dan jasa cenderung menjadi lebih murah dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, inflasi merupakan kebalikan dari deflasi, yaitu kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara terus-menerus dalam suatu periode. Keduanya menjadi indikator penting dalam menilai stabilitas ekonomi suatu negara.

Perbedaan mencolok antara inflasi dan deflasi tidak hanya terlihat dari arah perubahan harga, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Deflasi, meskipun pada pandangan awal tampak menguntungkan karena harga menjadi lebih murah, sebenarnya bisa berdampak negatif jika berlangsung dalam jangka panjang. Ketika harga-harga turun, konsumen cenderung menunda pembelian dengan harapan harga akan turun lebih rendah lagi.

Hal ini menyebabkan permintaan menurun dan berdampak langsung pada penurunan produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka perusahaan-perusahaan bisa mengalami kerugian, mengurangi tenaga kerja, hingga akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Keadaan ini akan memicu meningkatnya pengangguran dan melemahnya pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Sebaliknya, inflasi yang moderat justru dianggap sebagai pertanda bahwa ekonomi sedang tumbuh. Kenaikan harga barang dan jasa menunjukkan adanya peningkatan permintaan dari konsumen, yang biasanya terjadi karena meningkatnya pendapatan dan aktivitas ekonomi.

Namun, inflasi yang terlalu tinggi juga memiliki sisi negatif. Ketika harga-harga meningkat terlalu cepat, daya beli masyarakat akan menurun karena penghasilan mereka tidak mampu mengimbangi kenaikan harga.

Akibatnya, masyarakat menjadi lebih selektif dalam melakukan konsumsi, dan hal ini bisa menurunkan tingkat kesejahteraan. Terlebih lagi, inflasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, menurunnya nilai mata uang, dan meningkatkan biaya hidup secara signifikan.

Dengan demikian, baik deflasi maupun inflasi memiliki dampak masing-masing yang perlu diwaspadai. Pemerintah dan bank sentral memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga melalui kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.

Tujuannya adalah untuk menciptakan iklim ekonomi yang sehat, di mana harga-harga stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Memahami perbedaan dan dampak dari deflasi dan inflasi sangat penting bagi masyarakat agar dapat merespons perubahan kondisi ekonomi dengan bijak dan adaptif.

Nah, itulah pembahasan seputar inflasi dan deflasi yang harus kamu ketahui dan penting di dunia perekonomian.

Di mana, adanya inflasi dapat menimbulkan kenaikan harga barang dan jasa. Begitu pula di dunia asuransi, di mana adanya inflasi dapat meningkatkan harga premi bagi konsumen.

Oleh sebab itu, kita harus selalu siap sedia sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi yang dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar. Salah satu rekomendasi asuransi kesehatan terbaik yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi kamu dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima adalah Perlindungan Kesehatan Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan produk PKP yang harus kamu ketahui, sebagai berikut.

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

5 mins read17/09/2025
Pentingnya Rekening Koran, Fungsi, hingga Cara Mencetaknya!

Salah satu istilah terumum di dunia perbankan adalah rekening koran yang digunakan ketika melakukan pencetakan rekening.

Rekening koran merupakan sebuah laporan tertulis yang dikeluarkan pihak bank yang di dalamnya berisikan ringkasan transaksi keuangan secara keseluruhan pada periode waktu tertentu.

Adanya rekening koran ini biasanya digunakan untuk kebutuhan tertentu. Oleh sebab itu, untuk memahami lebih dalam mengenai rekening koran mulai dari pengertian, fungsi hingga cara cetaknya simak ulasan di bawah ini!

Pentingnya Rekening Koran, Fungsi, hingga Cara Mencetaknya!

pengertian rekening koran

pexels

Rekening koran atau bank statement merupakan lembaran kertas yang berisikan ringkasan informasi terkait debit maupun kredit di rekening tertentu. Dengan begitu, seseorang akan mudah memeriksa secara keseluruhan data uang yang masuk maupun keluar.

Adanya laporan ini, dapat memudahkan pemilik rekening tersebut untuk melacak ringkasan transaksi finansial maupun kebutuhan lainnya yang membutuhkan rekening koran.

Pada umumnya, dokumen ini sendiri memiliki beberapa informasi penting di dalamnya seperti:

  • Identitas nasabah, yang berisikan nama lengkap, nomor rekening, hingga alamat nasabah yang terdaftar pada rekening bank.
  • Periode laporan, menunjukkan hasil transaksi pada rekening dalam kurun waktu tertentu, seperti sebulan maupun triwulan berdasarkan kebijakan bank dan permintaan nasabah.
  • Saldo awal dan akhir, yang berisikan total uang pada periode awal laporan hingga akhir periode setelah transaksi yang ada tercatat.
  • Rincian transaksi, segala detail transaksi yang ada mulai dari tanggal, jenis, hingga nominal yang tercatat pada transaksi tersebut.
  • Biaya administrasi, beberapa jenis bank statement juga mencatat biaya administrasi yang dikenakan atas layanan tertentu.

Fungsi Rekening Koran

fungsi rekenng koran

pexels

Selain untuk melacak keseluruhan transaksi, rekening koran memiliki banyak fungsi yang harus kamu ketahui, seperti:

1. Proses Pengajuan Visa

Sebagai salah satu persyaratan pembuatan dokumen rekening koran sering kali diperlukan. Mulai dari pinjaman, KPR, hingga pengajuan visa.

Sebagai salah satu dokumen krusial yang dibutuhkan untuk dapat berkunjung ke luar negeri, proses pembuatan visa biasanya membutuhkan pencetakan rekening koran.

Hal ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk membiayai hidup di luar negeri selama perjalanan yang dilakukan.

Namun perlu diperhatikan juga bahwa banyak dokumen pendukung lainnya yang dapat mempengaruhi proses pengajuan visa, mulai dari Surat Pemberitahuan PPh, surat PBB, hingga slip gaji seseorang.

2. Melacak Ringkasan Transaksi

Fungsi selanjutnya yaitu melacak berbagai transaksi yang berkaitan dengan rekening tersebut, baik pengiriman maupun penerimaan.

Selain itu, adanya rekening koran juga dapat memungkinkan pemilik rekening untuk melihat pesan yang ditulis di mana sering kali dilakukan ketika melakukan proses transaksi tersebut.

Bukan hanya itu, pemilik rekening juga dapat melihat informasi tanggal secara lengkap sehingga memudahkan untuk melakukan pelacakan transaksi dan mampu mempertanggungjawabkannya.

3. Bukti Hukum

Ada pula fungsi bukti hukum, di mana kadang kali salinan rekening koran dibutuhkan untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Hal ini dikarenakan informasinya yang lengkap dan jelas dapat membantu dalam memecahkan permasalahan yang ada dan berkaitan dengan rekening.

Dengan adanya rincian transaksi di dalamnya, dapat membantu dalam menjawab keraguan yang mungkin saja terjadi saat memecahkan permasalahan hukum yang berkaitan dan dapat menguntungkan bagi orang yang membutuhkannya.

4. Pengajuan Pinjaman

Rekening koran juga sering kali dijadikan salah satu syarat untuk melakukan pengajuan pinjaman yang digunakan untuk meyakinkan pihak bank untuk menyetujui pinjaman yang diajukan tersebut

Terdapat banyak jenis pinjaman yang pada umumnya membutuhkan dokumen ini, seperti KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, KTA atau Kredit Tanpa Agunan, serta KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor.

Jika kamu ingin mengajukan salah satu pinjaman tersebut ke pihak bank, maka kamu perlu mempersiapkan dokumen tersebut.

Melalui dokumen ini, pihak bank akan melihat rincian catatan transaksi yang kamu miliki untuk mengetahui apakah kamu memiliki kemampuan finansial dan melihat rekam jejak seseorang untuk membayar hutang sebelumnya jika sudah pernah mengajukan sebelumnya.

5. Lelang

Dokumen rekening koran atau bank statement juga dibutuhkan dan menjadi salah satu persyaratan dalam kegiatan lelang terutama yang diselenggarakan proyek swasta dan pemerintah.

Pada umumnya, setiap partisipan yang bergabung pada kegiatan tersebut akan terlebih dahulu untuk menyerahkan dokumen bank statement yang mereka miliki.

Hal ini dilakukan agar kegiatan yang diselenggarakan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya permasalahan kondisi keuangan dari pesertanya yang dapat mengganggunya acara tersebut.

6. Melakukan Audit

Bank statement juga dapat berfungsi ketika melakukan audit untuk mengetahui jelas regulasi keuangan pada kurun waktu tertentu.

Sebagai salah satu langkah penting yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan audit, dokumen ini sangat lah krusial karena mengandung semua data yang diperlukan.

Melalui data yang ada, jika ditemukan hal yang tidak wajar atau dapat diperbaiki maka tindakan evaluasi dan langkah yang tepat dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan yang ada sehingga permasalahan lebih buruk dapat dihindari.

Cara Pengajuan Cetak Rekening Koran

Untuk mencetak rekening koran atau bank statement terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan, sebagai berikut.

1. Menyiapkan Buku Tabungan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan buku tabungan yang kamu miliki. Adanya buku tabungan tersebut dapat menjadi bukti bahwa kamu adalah pemilik dari rekening tersebut.

Selain buku tabungan, pada umumnya untuk mencetak bank statement kamu juga akan memerlukan tanda pengenal, seperti KTP maupun tanda pengenal sah lainnya yang dapat diakui.

2. Menuju Kantor Cabang Bank

Selanjutnya adalah menuju kantor cabang bank terdekat dari tempat tinggal kamu berada untuk melakukan pencetakan setelah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Ketika sudah berada di cabang bank, kamu dapat menemui petugas yang bertugas untuk melakukan pencetakan atau juga dapat bertanya ke satpam terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam.

3. Menuju Customer Service

Jika kamu belum mengetahui petugas mana yang harus didatangi atau tidak ada arahan pasti, kamu dapat terlebih dahulu pergi ke customer service yang umumnya ada di kantor cabang sebuah perbankan.

Kamu dapat menyampaikan keinginan kamu mendatangi kantor cabang bank untuk mencetak bank statement agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

4. Proses Cetak

Langkah selanjutnya, proses pencetakan bank statement dapat segera dilakukan. Namun, berdasarkan kondisinya proses pencetakan rekening koran sendiri dapat memakan waktu hingga beberapa hari.

Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan dokumen ini terlebih dahulu dari jauh-jauh hari untuk memberikan pihak bank beberapa waktu untuk melakukan pencetakan.

Persyaratan Dokumen Cetak Rekening Koran

Untuk mencetak bank statement, terdapat beberapa dokumen yang sering kali menjadi syarat yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu:

1. Buku Tabungan Asli

Pertama, buku tabungan asli yang harus ditunjukkan oleh pemilik rekening ketika ingin mencetak bank statement.

Dokumen ini digunakan sebagai salah satu bukti bahwa yang akan melakukan pencetakan merupakan pemilik rekening asli. Oleh sebab itu, ketika ingin mengajukan pencetakan disarankan untuk menyiapkan buku tabungan asli.

2. KTP atau Kartu Tanda Penduduk

Selain buku tabungan, ketika ingin mencetak bank statement kamu juga harus memastikan bahwa dokumen Kartu Tanda Penduduk telah dibawa dan disiapkan dengan baik.

Dokumen ini juga menjadi salah satu bukti pendukung seseorang bahwa ia merupakan pemilik dari rekening tersebut.

Jika kamu tidak membawa KTP sebagai tanda pengenal, kamu juga dapat menggunakan dokumen tanda pengenal lainnya seperti SIM maupun paspor yang memuat identitas diri.

3. Kartu Debit

Kartu debit juga sering kali diminta sebagai dokumen pendukung untuk memastikan bahwa pemilik rekening yang mengajukan pencetakan sama dengan identitas yang tertera pada KTP.

Dokumen pendukung ini dibutuhkan untuk menghindari adanya tindak penipuan yang semakin marak terjadi. Oleh sebab itu, siapkan kartu debit ketika pergi ke kantor cabang bank untuk ditunjukkan kepada petugas agar proses pencetakan bank statement dapat dilakukan.

4. Biaya Administrasi Percetakan

Selain berbagai dokumen di atas yang harus disiapkan, ada juga biaya administrasi pencetakan bank statement yang harus kamu siapkan.

Untuk biayanya sendiri dapat beragam tergantung pada ketentuan masing-masing bank. Untuk memiliki gambaran biaya administrasinya, berikut beberapa biaya administrasi pencetakan rekening koran dari beberapa bank:

  • Bank BCA dengan biaya administrasi per lembar sebesar Rp 2.500
  • Bank Pertama dengan biaya administrasi per lembar sebesar Rp 10.000
  • Bank Mandiri dengan biaya administrasi per lembar sebesar Rp 2.500
  • Bank BNI dengan biaya administrasi per lembar Rp 3.000
  • Bank RBI dengan biaya administrasi per lembar Rp 5.000

Cek Rekening Koran Online

Dengan perkembangan teknologi saat ini, kamu dapat dengan mudah mencetak bank statement secara online, simak langkah-langkahnya:

1. Membuka Aplikasi Bank

Langkah pertama adalah membuka aplikasi bank yang kamu miliki atau mau di cek bank statement-nya. Jika kamu belum memiliki aplikasinya, download terlebih dahulu.

Setelah terunduh, lakukan tahapan registrasi dengan memasukkan data pribadi dan rekening dari bank tersebut agar aplikasi dapat digunakan.

2. Masuk Menu Rekening

Setelah berhasil masuk ke aplikasi bank yang dituju, selanjutnya pergi ke menu rekening yang ada di dalamnya. Pada umumnya, di menu ini kamu dapat melihat dengan jelas jumlah saldo yang ada di dalam rekening.

3. Riwayat Transaksi

Selanjutnya, klik menu riwayat transkasi untuk melakukan pengecekan pada semua transaksi yang pernah kamu lakukan secara lengkap.

Dari sini, kamu dapat melihat bank statement secara lengkap terkait keluar masuknya saldo pada bank tersebut. Data tersebut kemudian juga dapat diunduh dan dicetak untuk keperluan tertentu yang dibutuhkan.

Namun, jika kamu membutuhkan stempel dari bank untuk legalitas, maka cara online ini tidak dapat dilakukan dan kamu harus pergi ke kantor cabang bank.

Cara Mencetak Rekening Koran

Bagi sahabat MyProtection yang ingin mencetak bank statement berikut ini beberapa caranya di berbagai bank di Indonesia:

1. Bank BCA

Bagi kamu pemilik rekening BCA, berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencetak bank statement melalui menu e-Statement BCA:

  • Membuka aplikasi BCA yang ada di handphone-mu atau membuka website KlikBCA.com.
  • Setelah masuk, pergi ke bagian e-Statement untuk melihat riwayat transaksi dari rekening yang telah dilakukan.
  • Langkah selanjutnya, pilih menu rekening yang ada di tampilan.
  • Pada menu tersebut, kamu dapat menentukan periode waktu sesuai dengan yang kamu inginkan untuk di cek.
  • Setelah itu, klik download untuk mengunduh bank statement yang telah kamu tentukan.
  • Tunggu beberapa saat hingga proses unduh selesai, file transaksi sudah dapat dibuka.

2. Bank BRI

Jika kamu pengguna Bank BRI berikut langkah-langkahnya:

  • Membuka aplikasi atau internet banking yang disediakan Bank BRI.
  • Pergi ke menu rekening untuk membuka rekening bank yang kamu miliki.
  • Memilih mutasi rekening untuk melihat data mutasi dari transaksi yang sudah pernah dilakukan.
  • Memilih rekening yang sesuai untuk mencetak bank statement.
  • Menentukan periode waktu yang diinginkan pada rekening yang telah dipilih.
  • Riwayat transaksi lengkap yang sesuai akan muncul secara otomatis berdasarkan periode waktu yang ada.
  • Jika sudah sesuai, klik cetak untuk mencetak bank statement tersebut.
  • Tunggu beberapa saat, file sudah berhasil di unduh.

3. Bank BNI

Berikut adalah langkah-langkah untuk mencetak rekening koran Bank BNI:

  • Masuk ke layanan internet banking melalui website atau aplikasi BNI.
  • Akses menu rekening untuk mulai proses pencetakan rekening koran.
  • Pilih opsi mutasi saldo dan giro untuk melihat riwayat transaksi.
  • Tentukan rentang waktu atau periode transaksi yang ingin ditampilkan.
  • Sistem akan menampilkan data transaksi secara lengkap sesuai periode yang dipilih.
  • Klik opsi cetak atau unduh untuk menyimpan atau mencetak rekening koran.

4. Bank Mandiri

Berikut adalah langkah-langkah yang telah untuk mencetak rekening koran Bank Mandiri:

  • Masuk ke akun yang kamu miliki melalui website atau aplikasi Mandiri.
  • Buka menu informasi rekening untuk melihat detail rekening Anda.
  • Akses Mandiri Online untuk menampilkan informasi rekening secara lengkap.
  • Pilih jenis rekening tabungan atau giro.
  • Klik opsi mutasi untuk menampilkan riwayat transaksi.
  • Tentukan jangka waktu transaksi yang ingin ditampilkan dan dicetak.
  • Data transaksi sesuai periode akan ditampilkan dan siap untuk dicetak.
  • Tekan tombol unduh untuk menyimpan salinan transaksi tersebut.

Nah, itulah pembahasan seputar rekening koran atau bank statement yang bisa menjadi krusial dalam pengelolaan finansial yang baik. Mulai dari definisi, fungsi, hingga cara mendapatkannya secara offline maupun online.

Secara sederhana, dokumen ini dapat membantu kamu untuk mengetahui secara detail proses transaksi apa saja yang terjadi guna dapat mengatur keuangan dengan lebih baik dan menghindari pengeluaran yang kurang efisien.

Langkah lain memiliki pengelolaan finansial yang baik adalah dengan memilih asuransi kesehatan yang tepat guna menghindari diri dari beban finansial secara tiba-tiba dalam jumlah yang besar.

Perlindungan Kesehatan Prima sebagai asuransi kesehatan bagi diri dan anggota keluarga hadir memberikan solusi perlindungan kesehatan dengan manfaat tambahan Saldo Prima. Berikut pula berbagai keunggulan PKP, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

5 mins read12/09/2025
Frugal Living: Definisi, Prinsip, Tujuan, dan Tips Menjalankannya!

Kehidupan perkotaan yang semakin modern dan konsumtif, penerapan frugal living dapat menjadi salah satu solusi untuk dapat mengelola keuangan lebih bijak dan baik.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) khususnya pada kelompok Gen M dan Gen Z berusia 15 hingga 44 tahun, menunjukkan adanya penurunan kontribusi terhadap total simpanan dari 18 persen di tahun 2022 menjadi 14,6 persen di tahun 2024.

Namun, apa yang dimaksud dengan frugal living dan bagaimana penerapannya dan tips apa saja yang dapat dilakukan hingga manfaat yang dapat dirasakan menerapkan gaya hidup ini. Simak informasi selengkapnya di sini!

Frugal Living: Definisi, Prinsip, Tujuan, dan Tips Menjalankannya!

Pengertian Frugal Living

pexels

Frugal Living dapat diartikan sebagai gaya hidup yang menekankan pada pengelolaan keuangan yang lebih bijak dan hemat.

Tujuan utama dari frugal living adalah untuk mengurangi pengeluaran dan menghindari pemborosan dengan membeli barang yang memang dibutuhkan saja.

Namun, hal yang harus diperhatikan adalah dengan menerapkan gaya hidup ini bukan berarti kamu hidup dalam keterbatasan atau kemiskinan, namun memilih pengeluaran mana yang harus diprioritaskan berdasarkan kebutuhan sehari-hari.

Walaupun frugal living baru mengalami peningkatan kepopuleran akhir-akhir ini, prinsip dari gaya hidup ini sudah ada sejak dulu dan menjadi bagian di berbagai budaya seluruh dunia.

Perkembangan gaya hidup hemat ini juga di dorong dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan perubahan iklim dan keberlanjutan.

Penerapannya dilakukan guna mengurangi dampak lingkungan, seperti pengurangan pengonsumsian plastik, mendukung produk lokal, hingga mendaur ulang.

Gaya hidup hemat sendiri bukanlah keharusan melainkan sebuah opsi bagi para penggunanya. Berbeda dengan kemiskinan atau pelit, seseorang yang mengadopsi gaya hidup ini melakukannya guna mengelola uang secara efektif dan ekonomis.

Lebih lanjut berdasarkan buku Frugal Living for Dummies, seseorang dengan gaya hidup ini bukan tidak menikmati hidup atau kemewahan, namun mereka mementingkan pengeluaran uang yang sesuai dengan kebutuhan saja.

Saat ini, konsep gaya hidup hemat ini juga semakin populer dengan adanya sosial media, di mana banyak orang membagikan tips, trik, hingga pengalaman diri untuk mengadopsi gaya hidup ini.

Selain itu, adanya krisis ekonomi yang terjadi secara global, seperti resesi dan pandemi membuat banyak orang yang lebih peduli dan mempertimbangkan kembali pola konsumsi mereka.

Prinsip Frugal Living

prinsip frugal living

pexels

Untuk dapat menerapkan gaya hidup ini, terdapat beberapa prinsip frugal living yang harus kamu ketahui dan pahami:

1. Membeli Barang yang Dibutuhkan

Prinsip pertama dan utama pada gaya hidup hemat adalah hanya membeli barang-barang yang memang diperlukan dan tidak dapat diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menghindari Pemborosan

Selanjutnya, penerapan gaya hidup ini juga dilakukan dengan cara menghindari pemborosan, seperti membeli barang mewah maupun menghabiskan uang untuk hal yang kurang penting.

Hal ini juga dapat dilakukan dengan cara mempertimbangkan nilai sebenarnya yang diperoleh dari sebuah barang yang dibeli.

3. Mencari Alternatif yang Lebih Murah

Prinsip gaya hidup hemat juga mengajak untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengorbankan kualitas barangnya dengan memanfaatkan diskon atau membandingkan harga di beberapa teman sebelum melakukan pembelian.

4. Memperbaiki Kebiasaan Finansial

Menerapkan frugal living sendiri bukan hanya seputar pengeluaran, namun juga membangun dan memperbaiki kebiasaan baik secara finansial, seperti pengelolaan hutang, menabung, atau melakukan investasi dengan bijak.

5. Menjaga Keseimbangan Keuangan

Menjaga keseimbangan keuangan antara pendapatan dan pengeluaran juga menjadi penting yang harus diperhatikan ketika menerapkan gaya hidup hemat.

Untuk melakukannya, dapat dilakukan dengan cara membuat anggaran, melacak pengeluaran dengan detail dan menyesuaikan pengeluaran dengan budget atau pendapatan.

6. Menahan Diri untuk Pengeluaran Kurang Penting

Untuk menjalankan gaya hidup hemat, seseorang juga harus dapat menahan diri untuk pengeluaran yang kurang penting, seperti nongkrong atau membeli barang yang tidak benar-benar diperlukan.

Perlu diperhatikan, bahwa dengan menerapkan gaya hidup ini bukan berarti menghindari membeli barang, namun menilai barang tersebut apakah mampu mendatangkan value atau nilai bagi kehidupan dalam jangka panjang dan membantu menghemat.

7. Menganalisa Kebutuhan

Menganalisa kebutuhan akan sebuah barang maupun layanan juga krusial dalam prinsip frugal living. Sebelum membeli sesuatu, seseorang harus dapat melakukan penilaian apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan yang dapat ditunda.

Analisa ini yang menjadi penting dalam membedakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Dan jika memang dibutuhkan, apakah ada alternatif lain yang memiliki fungsi dan kualitas sama dengan harga yang lebih terjangkau.

8. Mencatat Daftar Belanjaan

Sebelum berbelanja, merencanakan dan mencatat daftar belanjaan juga krusial guna menghindari pembelian impulsif.

Dengan memiliki daftar tersebut, kamu dapat berfokus untuk memenuhi apa saja yang dibutuhkan dan membandingkan harga antar barang mana yang lebih murah atau ada penawaran khusus dengan fungsi yang sama.

9. Menghindari Hutang Konsumtif

Menghindari hutang konsumtif merupakan langkah cerdas dalam mengatur keuangan pribadi dan memulai gaya hidup hemat atau frugal living.

Gaya hidup ini dapat diterapkan dengan menahan diri untuk tidak mengambil pinjaman yang bersifat konsumtif, seperti untuk keperluan liburan, belanja barang yang tidak mendesak, atau aktivitas hiburan lainnya.

Fokus utama dari gaya hidup ini adalah menggunakan uang secara lebih bijak dan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Dengan demikian, keuangan tetap sehat dan risiko terjebak dalam utang yang tidak produktif pun bisa diminimalkan sejak dini.

10. Hindari FOMO

FOMO atau Fear of Missing Out yang sering kali berkaitan dengan penggunaan sosial media saat ini membuat generasi muda memiliki sikap cemas atau takut ketinggalan jika menerapkan gaya hidup hemat.

Hal ini khususnya berkaitan dengan pandangan mereka tentang status sosial atau lingkungan pertemanan yang mengharuskan mereka untuk terus mengikuti tren yang sedang terjadi. Sehingga, secara tidak langsung mereka terus menerus mengikuti keinginan mereka.

Hal ini dapat diatasi dengan cara lebih membatasi penggunaan media sosial atau berfokus pada diri sendiri khususnya jika ingin mempertahankan gaya hidup hemat ini.

Frugal Living vs Pelit

frugal living vs pelit

pexels

Walaupun sering disalahartikan sebagai hal yang sama, namun frugal living dan pelit merupakan dua hal yang berbeda.

Frugal living merupakan gaya hidup yang mengedepankan penghematan pengeluaran yang dapat dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran yang kurang penting dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian menyisihkan uang tersebut untuk hal yang lebih penting seperti menabung atau investasi.

Berbeda dengan gaya hidup hemat, pelit merupakan sikap di mana seseorang menolak untuk mengeluarkan uang sama sekali bahkan untuk hal-hal penting yang dibutuhkan. Sikap ini juga sering dikaitkan dengan ketidaktahuan seseorang untuk berbagi atau membantu orang lain.

Tujuan Frugal Living

Dalam penerapannya, gaya hidup hemat memiliki beberapa tujuan, seperti:

1. Menghemat Pengeluaran

Tujuan pertama, yaitu menghemat pengeluaran dengan mengurangi membeli hal-hal yang kurang diperlukan, dan sisa uang yang ada dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting seperti berinvestasi atau tabungan.

2. Meningkatkan Tabungan

Menerapkan gaya hidup ini juga bertujuan untuk meningkatkan tabungan. Dengan mengurangi pengeluaran, maka uang yang tersisa dapat dijadikan tabungan untuk masa depan.

Selain itu, tabungan yang ada dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti membeli rumah atau keperluan mendadak yang dapat mempengaruhi kondisi finansial jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Salah satunya adalah kondisi kesehatan yang tak terduga dan dapat mempengaruhi kondisi finansial jika tidak memiliki tabungan ataupun perlindungan kesehatan yang tepat.

Asuransi Perlindungan Kesehatan Prima dari Lippo General Insurance (LGI) memberikan solusi perlindungan kesehatan bagi diri dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Beberapa keunggulan dari produk Perlindungan Kesehatan Prima, meliputi:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

3. Mengurangi Hutang

Penerapan gaya hidup hemat juga dalam jangka panjang dapat mengurangi jumlah hutang yang dimiliki secara tidak langsung.

Hal ini dikarenakan dengan mengurangi pengeluaran dan lebih berhemat, kamu bukan hanya memiliki sisa uang untuk ditabung, namun juga dapat sebagai langkah cara melunasi hutang atau kewajiban lain yang harus diselesaikan.

4. Mempertajam Fokus pada Kebutuhan Utama

Dengan menerapkan frugal living seseorang juga dapat lebih fokus pada kebutuhan utama. Di mana, mereka hanya membeli sebuah barang yang memang benar-benar dibutuhkan saja karena memiliki fokus pada pemenuhan kebutuhan utama yang lebih penting.

Tips untuk Menjalani Frugal Living

Dalam penerapannya, terdapat tips yang dapat dilakukan untuk memulai gaya hidup hemat dengan lebih mudah, simak selengkapnya!

1. Membuat Anggaran

Tips pertama dan salah satu kunci kesuksesan frugal living adalah membuat anggaran yang detail. Hal ini dilakukan agar kamu dapat memantau dan mengontrol setiap uang yang keluar.

Melakukan pencatatan ini juga dapat membantu dalam mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan utama dan tidak sehingga kedepannya dapat lebih berfokus pada pengeluaran yang memang penting dan menghindari pemborosan.

2. Mengurangi Pengeluaran Rutin

Selanjutnya, agar penerapannya sukses dalam menjalankan gaya hidup hemat kamu juga haru mengurangi pengeluaran rutin, seperti makan di luar maupun pengeluaran rutin lainnya yang kurang penting.

Pengeluaran ini dapat dikurangi dengan cara lebih sering memasak di rumah, menghentikan pelayanan langganan yang sudah tidak lagi digunakan atau dapat digantikan dengan layanan streaming gratis.

Dengan begitu, pengeluaran rutin setiap bulannya juga akan berkurang dan kamu bisa lebih berhemat tanpa perlu mengorbankan gaya hidupmu.

3. Mencari Alternatif Lebih Murah

Menerapkan gaya hidup hemat juga berarti mencari alternatif lebih murah untuk pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengorbankan kualitas.

Hal ini dapat dicapai dengan membeli barang bekas atau pakaian dengan cara thrifting baik secara online maupun offline, menggunakan transportasi umum, hingga memanfaatkan promosi atau diskon untuk membeli sebuah barang yang memang diperlukan.

4. Memperbaiki Kebiasaan

Memperbaiki kebiasaan juga penting untuk menerapkan gaya hidup hemat dan lebih bertanggung jawab secara finansial. Kebiasaan seperti impulsive buying atau pembelian impulsif harus dihindari guna memiliki pengelolaan finansial yang baik.

Untuk melakukannya, kamu harus terlebih dahulu memahami nilai uang dan membatasi pemborosan guna memperbaiki kebiasaan tersebut. Selain itu, pengelolaan uang yang bijak juga berarti membayar tagihan tepat waktu untuk membangun kebiasaan yang lebih baik.

5. Menjaga Keseimbangan antara Pengeluaran dan Pendapatan

Menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan juga dapat membantu dalam memastikan pengeluaran yang kamu lakukan tidak melebihi pendapatannya.

Dengan begitu, kamu dapat menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk hal-hal mendesak yang dapat mempengaruhi kondisi finansial di masa depan.

Kriteria Wajib Frugal Living

Agar penerapan frugal living dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa kriteria yang wajib yang harus dipenuhi:

1. Disiplin dalam Pengeluaran

Landasan utama dalam penerapan gaya hidup hemat adalah disiplin dalam mengatur pengeluaran agar dapat terkontrol dengan baik.

Mengatur pengeluaran, membuat anggaran mendetail, hingga mempertimbangkan setiap pembelian dengan baik dapat memastikan bahwa uang digunakan sebijak dan seefisien mungkin.

2. Memiliki Tujuan Finansial

Selanjutnya, memiliki tujuan finansial yang jelas juga menjadi kriteria krusial dalam gaya hidup hemat. Adanya tujuan yang ingin dicapai dapat mendorong diri untuk lebih fokus dan menghindari pengeluaran impulsif.

Menetapkan tujuan, seperti membayar hutang, menabung jangka panjang, hingga dana pensiun dapat membantu kamu untuk memiliki motivasi untuk tetap disiplin dan memiliki pengelolaan uang yang lebih baik.

3. Mampu Mengendalikan Diri

Mampu mengendalikan diri dengan baik juga menjadi kunci kesuksesan frugal living. Dengan memiliki pengendalian diri yang kuat, kamu juga dapat menghindari pembelian impulsif yang dapat mempengaruhi kondisi finansial.

Karena memiliki hal yang ingin dicapai, kamu juga memiliki kesadaran untuk menentukan keputusan finansial yang lebih bijak dan menghindari membeli barang trendy atau mewah yang dalam jangka panjang tidak penting.

4. Tidak Tergoda Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif yang mendorong pengeluaran berlebih juga harus dihindari guna menjalankan frugal living.

Terutama saat ini dengan kemudahan sosial media, kita sering kali membandingkan diri dengan orang-orang lain atau bahkan melihat tren tertentu yang mendorong sikap konsumtif tersebut.

Untuk menerapkan gaya hidup hemat dengan baik, kamu harus tetap berfokus pada batas pengeluaran yang telah ditentukan sesuai dengan kemampuan finansialmu.

5. Berkomitmen

Perlu disadari juga kalau gaya hidup hemat membutuhkan komitmen yang kuat dengan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dan hal itu semua bukanlah hal yang mudah.

Oleh sebab itu, penerapannya membutuhkan komitmen yang tidak dapat dilakukan secara langsung dan membutuhkan tahapan-tahapan, mulai dari pembelajaran hingga pada akhirnya mampu menjalankannya dengan efektif dan baik.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai frugal living atau gaya hidup hemat yang dijalankan dengan tujuan untuk mengurangi pengeluaran dan menghindari sikap konsumtif.

Namun, perlu diingat juga bahwa gaya hidup hemat dan pelit merupakan kedua hal yang berbeda dan tidak dapat disamakan.

Di mana, gaya hidup hemat mengajarkan untuk mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan sehari-hari, namun kebutuhan tetap terpenuhi tanpa mengurangi kualitasnya.

Bagi para pembaca yang ingin memulai gaya hidup hemat, bacaan di atas dapat dijadikan acuan melalui prinsip, tips, hingga kriteria apa saja yang harus dipenuhi untuk memulainya. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

5 mins read14/08/2025